Dr. Iswadi, M.Pd: Inspirator Pendidikan Berbasis Integritas untuk Peradaban Bangsa

Rizki Rivaldi
Jakarta- Dr. Iswadi, M.Pd dikenal sebagai sosok pendidik, penulis, dan pemikir yang konsisten menyuarakan pentingnya integritas dalam dunia pendidikan. Baginya, pendidikan bukan sekadar proses transfer ilmu pengetahuan, melainkan upaya sadar dan terencana untuk membentuk karakter, membangun moralitas, serta menanamkan nilai-nilai luhur yang menjadi fondasi peradaban bangsa. Dalam setiap gagasan dan kiprahnya, ia menempatkan integritas sebagai inti dari seluruh proses pendidikan.

Perjalanan intelektual Dr. Iswadi menunjukkan komitmen yang kuat terhadap kemajuan pendidikan Indonesia. Ia meyakini bahwa kualitas suatu bangsa sangat ditentukan oleh kualitas pendidikannya. Namun, kualitas tersebut tidak hanya diukur dari capaian akademik semata, melainkan dari sejauh mana pendidikan mampu melahirkan generasi yang jujur, bertanggung jawab, disiplin, dan memiliki kepedulian sosial. Menurutnya, krisis terbesar yang dihadapi bangsa ini bukan hanya krisis ekonomi atau teknologi, tetapi krisis integritas. Oleh karena itu, solusi jangka panjang yang paling strategis adalah memperkuat pendidikan berbasis nilai.

Sebagai akademisi dan penulis, Dr. Iswadi aktif menuangkan pemikirannya dalam berbagai karya tulis. Ia memandang bahwa literasi adalah jembatan perubahan. Melalui buku dan artikel yang ditulisnya, ia mengajak para pendidik, pemangku kebijakan, serta masyarakat luas untuk kembali pada hakikat pendidikan sebagai proses memanusiakan manusia. Pendidikan harus mampu membangun kesadaran moral, bukan hanya kecerdasan intelektual. Dengan demikian, sekolah dan perguruan tinggi tidak hanya menjadi tempat mengejar nilai dan gelar, tetapi juga ruang pembentukan karakter.

Dalam pandangan Dr. Iswadi, integritas bukanlah konsep abstrak yang sulit diterapkan. Integritas harus dimulai dari keteladanan. Guru, dosen, dan pemimpin pendidikan harus menjadi contoh nyata dalam sikap dan perilaku sehari hari. Ketika pendidik menunjukkan kejujuran, konsistensi, dan tanggung jawab, peserta didik akan belajar melalui pengalaman langsung. Pendidikan karakter tidak cukup diajarkan melalui teori, tetapi harus dihidupkan dalam praktik keseharian di lingkungan pendidikan.

Lebih jauh, ia menekankan pentingnya sinergi antara keluarga, sekolah, dan masyarakat. Pendidikan berbasis integritas tidak dapat berjalan optimal jika hanya dibebankan kepada lembaga pendidikan formal. Orang tua memiliki peran fundamental dalam menanamkan nilai sejak dini, sementara masyarakat berfungsi sebagai ruang aktualisasi nilai nilai tersebut. Kolaborasi yang harmonis antara ketiga elemen ini akan melahirkan ekosistem pendidikan yang sehat dan berkelanjutan.

Dr. Iswadi juga melihat bahwa di era globalisasi dan digitalisasi, tantangan pendidikan semakin kompleks. Arus informasi yang begitu cepat dapat membawa dampak positif sekaligus negatif. Dalam konteks ini, integritas menjadi kompas moral yang membimbing generasi muda agar mampu memilah informasi, bersikap kritis, dan tetap berpegang pada nilai nilai kebenaran. Pendidikan harus mampu membekali peserta didik dengan kecakapan abad 21 tanpa kehilangan jati diri dan karakter bangsa.

Komitmennya terhadap pembangunan peradaban bangsa tercermin dalam keyakinannya bahwa perubahan besar selalu dimulai dari ruang-ruang kelas. Ia percaya bahwa setiap guru adalah agen peradaban. Setiap pelajaran yang disampaikan dengan hati, setiap nasihat yang diberikan dengan ketulusan, serta setiap teladan yang diperlihatkan dengan konsistensi, akan menjadi investasi jangka panjang bagi masa depan bangsa. Peradaban yang berintegritas tidak lahir secara instan, tetapi dibangun melalui proses panjang pendidikan yang berkelanjutan.

Sebagai inspirator pendidikan, Dr. Iswadi tidak hanya berbicara pada tataran konsep, tetapi juga mendorong implementasi nyata. Ia mengajak lembaga pendidikan untuk mengintegrasikan nilai-nilai integritas dalam kurikulum, budaya sekolah, serta sistem evaluasi. Kejujuran dalam ujian, transparansi dalam pengelolaan lembaga, dan keadilan dalam penilaian adalah langkah-langkah konkret yang harus diwujudkan. Dengan demikian, pendidikan benar benar menjadi ruang pembelajaran nilai yang autentik.

Pada akhirnya, gagasan Dr. Iswadi tentang pendidikan berbasis integritas adalah panggilan moral bagi seluruh elemen bangsa. Ia mengingatkan bahwa kemajuan teknologi dan pembangunan fisik tidak akan berarti tanpa fondasi karakter yang kuat. Bangsa yang besar bukan hanya bangsa yang cerdas, tetapi bangsa yang berintegritas. Melalui dedikasi, pemikiran, dan karya-karyanya, Dr. Iswadi, M.Pd terus menginspirasi lahirnya generasi yang tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga kokoh dalam nilai dan moralitas.

Dengan semangat tersebut, ia menegaskan bahwa pendidikan adalah jalan utama membangun peradaban bangsa yang bermartabat. Integritas menjadi cahaya yang menuntun perjalanan itu menerangi arah, menguatkan langkah, dan memastikan bahwa setiap kemajuan yang dicapai tetap berpijak pada nilai-nilai kebenaran dan kemanusiaan.

Penulis
: Hasballah

Tag:

Berita Terkait

Pendidikan

Mendagri Minta Pemda Segera Data Jembatan Rusak Menuju Sekolah, Tenggang Waktu 4 Desember 2025

Pendidikan

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Dumai Melaksanakan Komitmen Bersama Pakta Integritas SPMB

Pendidikan

Universitas Ummi Bogor Jalin Kerja Sama dengan NAPS Sydney, Perkuat Pendidikan Cerdas, Peduli, dan Mendunia Menuju Indonesia Emas 2045

Pendidikan

Pemerintah Bahas Skema Pengadaan Guru Sekolah Rakyat

Pendidikan

Wabup Rohil Sidak ke Sekolah, Temukan Guru PPPK Tak Pernah Masuk Kerja Namun Tetap Terima Gaji

Pendidikan

Luangkan Waktu Untuk Anak-anak