datanews.id -Menyikapi ancaman fenomena El Nino serta prediksi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) terkait puncak musim kemarau yang diperkirakan melanda 61,4 persen wilayah Indonesia pada Agustus mendatang, Fraksi
PDI Perjuangan
DPRD Kabupaten Lamongan mengambil langkah taktis melalui aksi mitigasi di lapangan.
Ketua Fraksi
PDI Perjuangan
DPRD Lamongan, Erna Sujarwati, turun langsung melakukan peninjauan debit air sekaligus memimpin aksi penghijauan di Waduk Prijetan, Desa Mlati, Kecamatan Kedungpring, Minggu (26/4/2026).
Langkah ini merupakan implementasi nyata dari instruksi "Tiga Pilar Partai" dalam menjaga kedaulatan pangan serta kelestarian ekosistem di tengah ancaman cuaca ekstrem.
Menjaga Napas Irigasi Petani
Waduk Prijetan memiliki peran strategis sebagai sumber pengairan bagi lahan pertanian di wilayah Kedungpring dan sekitarnya. Waduk yang dibangun sejak tahun 1917 pada masa kolonial Belanda ini hingga kini menjadi salah satu penopang utama sektor pertanian di Lamongan.
Dalam peninjauan tersebut, Erna Sujarwati menegaskan pentingnya memastikan kesiapan infrastruktur air dalam menghadapi potensi penurunan volume air selama musim kemarau.
"Ketersediaan air di Waduk Prijetan saat ini sekitar 87 persen. Kita harus memastikan apakah kapasitas tersebut masih mampu memenuhi kebutuhan pengairan sawah petani di tengah ancaman El Nino yang cukup ekstrem. Apalagi saat ini air mulai dialirkan secara berkala untuk mendukung masa tanam palawija," ujarnya.
Sebagai bagian dari 44 waduk dan rawa yang tersebar di Lamongan, Waduk Prijetan memegang peran krusial. Oleh karena itu, pengelolaan distribusi air yang tepat dan bijak menjadi kunci untuk menjaga produktivitas pertanian tetap stabil.
Penghijauan dan Penguatan Ekosistem
Selain fokus pada aspek pengairan, Erna Sujarwati juga menginisiasi aksi penghijauan sebagai bentuk pelestarian lingkungan. Bersama pengurus PAC Kedungpring, dilakukan penanaman pohon klengkeng sepanjang kurang lebih 150 meter di jalur menuju waduk.
Penanaman pohon produktif ini memiliki dua tujuan utama, yakni menjaga stabilitas tanah agar tidak mudah tererosi serta meningkatkan nilai ekonomi dan estetika kawasan, mengingat Waduk Prijetan juga merupakan destinasi wisata lokal.
Melalui langkah ini, diharapkan masyarakat semakin sadar akan pentingnya menjaga lingkungan sekaligus memperkuat kesiapsiagaan dalam menghadapi siklus cuaca ekstrem.
Dorong Pembenahan dan Peran Masyarakat
Sementara itu, Koordinator Waduk Prijetan, Fahrudin Yusuf, menekankan perlunya pengembalian fungsi waduk secara optimal seperti kondisi awal.
Ia menyampaikan beberapa poin penting yang perlu menjadi perhatian bersama, antara lain penurunan kapasitas tampungan air waduk dari semula sekitar 12 juta meter kubik menjadi 9,3 juta meter kubik akibat sedimentasi.
Selain itu, ia menyoroti pentingnya penegasan batas genangan air antara kawasan bendungan dan Perhutani. Menurutnya, kawasan hutan yang kini beralih fungsi menjadi lahan pertanian turut mempercepat sedimentasi sehingga berdampak pada berkurangnya kapasitas tampungan waduk.
Fahrudin juga menyoroti kondisi infrastruktur jalan akses menuju bendungan yang dinilai masih kurang memadai, serta pentingnya keterlibatan masyarakat dalam menjaga keberlangsungan waduk.
"Masyarakat harus ikut serta merawat bendungan secara bersama-sama, karena sebagian besar mata pencaharian warga sekitar bergantung pada waduk, khususnya sebagai nelayan," ujarnya.
Komitmen Hadapi Kemarau Ekstrem
Melalui rangkaian kegiatan ini, Fraksi
PDI Perjuangan
DPRD Lamongan menegaskan komitmennya dalam menghadapi ancaman kemarau ekstrem secara terencana dan berkelanjutan.
Upaya ini tidak hanya berfokus pada penyediaan air untuk pertanian, tetapi juga mencakup pelestarian lingkungan dan penguatan peran masyarakat, sehingga Waduk Prijetan sebagai aset strategis daerah dapat terus memberikan manfaat lintas generasi.(ril)