Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali bergerak melemah pada perdagangan Jumat (26/6/2026) pagi dan turun ke bawah level psikologis 6.000. Tekanan jual yang muncul sejak awal sesi turut menyeret mayoritas saham sektor energi ke zona merah.
Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI) hingga pukul 09.16 WIB, IHSG berada di level 5.977,16 atau turun 21,88 poin setara 0,36 persen dibandingkan penutupan sebelumnya di level 5.999,04.
Pada awal perdagangan, IHSG sempat dibuka menguat di level 6.010,34 dan bahkan menyentuh posisi tertinggi harian di 6.045,26. Namun, penguatan tersebut tidak bertahan lama karena tekanan jual kembali mendominasi pasar sehingga indeks berbalik arah dan sempat menyentuh level terendah harian di 5.967,02.
Koreksi tersebut membuat IHSG kembali keluar dari area 6.000 yang selama beberapa sesi terakhir menjadi salah satu level psikologis penting yang diperhatikan pelaku pasar.
Sektor Energi Ikut Tertekan
Pelemahan tidak hanya terjadi pada indeks utama. Indeks sektor energi (IDX Energy) juga bergerak turun dan tercatat berada di level 2.735,73 atau melemah 18,20 poin setara 0,66 persen.
Pergerakan tersebut menunjukkan mayoritas saham energi masih berada dalam tekanan sejalan dengan koreksi pasar secara umum.
Sejumlah emiten energi mencatat penurunan harga cukup signifikan pada perdagangan pagi.
Saham Petrosea turun 2,25 persen ke level 3.910. Saham Rukun Raharja terkoreksi 2,04 persen menjadi 3.850, sedangkan Raharja Energi Cepu melemah 1,50 persen ke level 4.600.
Tekanan juga terjadi pada Baramulti Suksessarana yang turun 0,99 persen ke level 4.020 dan Bukit Asam yang melemah 0,84 persen ke posisi 2.350.
Sementara itu, Paragon Karya Perkasa turun 0,69 persen ke level 2.860, Alamtri Resources Indonesia melemah 0,44 persen menjadi 2.280, dan Super Energy turun tipis 0,33 persen ke level 3.040.
Indika Energy ikut bergerak negatif dengan penurunan 0,26 persen ke level 1.910.
Di antara saham energi utama, RMK Energy menjadi emiten dengan pelemahan paling dalam setelah turun 3,85 persen ke level 2.250.
Masih Ada Saham Energi yang Menguat
Meski mayoritas sektor energi berada di zona merah, sejumlah saham masih mampu mencatatkan penguatan.
Golden Energy Mines menjadi salah satu penguat terbesar setelah naik 3,75 persen ke level 6.225.
Transcoal Pacific juga menguat 1,38 persen ke level 7.350, sementara Indo Tambangraya Megah naik 1,03 persen menjadi 22.125.
Selain itu, ABM Investama bertambah 0,84 persen ke level 2.410 dan Golden Eagle Energy menguat 0,55 persen ke posisi 1.820.
Bayan Resources turut mencatat kenaikan tipis sebesar 0,21 persen menjadi 11.825.
Adapun saham Adaro Andalan Indonesia, Prima Andalan Mandiri, dan Mitrabahtera Segara tercatat bergerak stagnan tanpa perubahan harga dibandingkan sesi sebelumnya.
Secara keseluruhan, perdagangan pagi ini menunjukkan tekanan terjadi secara bersamaan pada IHSG dan sektor energi. Meski masih terdapat beberapa saham yang mampu bertahan di zona hijau, dominasi pelemahan pada emiten energi membuat IDX Energy ikut terkoreksi.
Pelaku pasar selanjutnya akan mencermati apakah IHSG mampu kembali menembus level 6.000 pada sesi berikutnya serta apakah sektor energi dapat mengurangi tekanan hingga penutupan perdagangan. (*)