Sibuk Mengejar Dunia, Lupa Mati

Oleh : Ustadz dr. Raehanul Bahraen, M.Sc., Sp. PK,
Rio Agusri
Ilustrasi (Foto int)
datanews.id -Di usia yang semakin beranjak tua, hendaknya masing-masing diri merenungi tentang hakikat kehidupan dunia. Dunia yang begitu melalaikan ini, hanya sementara. Tak ada apa-apanya jika dibandingkan dengan akhirat yang kekal abadi. Allah menceritakan tentang perkataan orang beriman dari keluarga Fir'aun,


یَـٰقَوۡمِ إِنَّمَا هَـٰذِهِ ٱلۡحَیَوٰةُ ٱلدُّنۡیَا مَتَـٰعࣱ وَإِنَّ ٱلۡـَٔاخِرَةَ هِیَ دَارُ ٱلۡقَرَارِ


"Hai kaumku, sesungguhnya kehidupan dunia ini hanyalah kesenangan (sementara) dan sesungguhnya akhirat itulah negeri yang kekal." (QS. Ghafir: 39)


Ironisnya, manusia tak ada habisnya untuk mengejar dunia. Semakin tua semakin khawatir dengan kehidupan dunianya. Setelah berjuang keras membeli mobil yang kedua, ia masih merasa kurang dan ingin yang ketiga. Rumah besar yang ia miliki tak cukup luas untuk menampung rasa inginnya, ia ingin villa. Passive income yang sudah dia dapatkan tak cukup aman untuk menjamin masa tuanya. Koleksi tanah dimana-mana masih belum cukup mengukuhkan kepemilikannya, ia ingin jadi tuan tanah.


Demikianlah tabiat manusia. Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda,


لَوْ كَانَ لاِبْنِ آدَمَ وَادِيَانِ مِنْ مَالٍ لاَبْتَغَى ثَالِثًا ، وَلاَ يَمْلأُ جَوْفَ ابْنِ آدَمَ إِلاَّ التُّرَابُ


"Seandainya manusia diberi dua lembah berisi harta, tentu ia masih menginginkan lembah yang ketiga. Yang bisa memenuhi dalam perut manusia hanyalah tanah."(HR. Bukhari no. 6436)


Takutlah dengan kematian yang tak menunggu engkau siap. Allah berfirman,


وَلِكُلِّ أُمَّةٍ أَجَلٌ فَإِذَا جَاء أَجَلُهُمْ لاَ يَسْتَأْخِرُونَ سَاعَةً وَلاَ يَسْتَقْدِمُونَ


"Apabila sampai ajal maut mereka itu, mereka tidak dapat menunda atau mempercepat(nya) walau sesaat pun."(QS. Al-A'raf: 34)


Tidak ada seorangpun yang mengetahui kapan dan dimana dia akan mati. Kematian kadang datang tiba-tiba tak terduga. Bahkan pada zaman ini hal tersebut benar-benar sudah nyata di hadapan kita, seseorang yang sehat kemudian mati tiba-tiba. Seseorang yang sedang berolahraga dengan maksud meningkatkan kesehatan, namun kematian justru mendatanginya.


Hal ini telah diaminkan pula oleh ilmu kedokteran dan studi epidemiologi bahwa di zaman kita ini semakin banyak muncul kematian mendadak akibat meningkatnya penyakit serebrovaskular, serangan jantung, stroke, dan sejenisnya.


Mungkin saja kita benar-benar berada di akhir zaman, sebagaimana disebutkan dalam hadits,


مِنِ اقْتِرَابِ السَّاعَةِ … وَأَنْ يَظْهَرَ مَوْتُ الْفُجَاءَةِ


"Di antara dekatnya hari kiamat … (diantaranya) munculnya (banyaknya) kematian mendadak."(HR Thabarani dalam Mu'jam Shaghir no. 1132, dihasankan oleh Syaikh al-Albani)


Melihat kenyataan ini, hendaklah masing-masing dari kita segera memperhatikan dirinya, segera kembali dan bertaubat sebelum kematian itu datang secara mendadak sedangkan kita masih asyik mencari dan mengejar dunia.





Penulis
: rio

Tag:

Berita Terkait

Dakwah

Tegas Dukung Palestina! Norwegia Tolak Tanding Lawan Israel di Kualifikasi Piala Dunia 2026

Dakwah

Tentang Kematian dan Singkatnya Kehidupan Dunia

Dakwah

BREAKING NEWS: Maarten Paes Cedera Jelang Timnas Indonesia Lawan Bahrain, Dikonfirmasi FC Dallas!

Dakwah

Tingkatkan Kemampuan Literasi Numerasi, Mahasiswa Kukerta UNRI 2024 Adakan Les Privat Matematika Gratis Untuk Anak-anak Desa Buluh Rampai

Dakwah

Nihayah, Termasuk Dosa Besar Warisan Jahiliyyah

Dakwah

Hukum Makanan dari Acara Berkabung atau Empat Puluh Hari