Jangan Terlena Dengan Jabatan dan Kekuasaan

Rio Agusri
Ilustrasi (Foto int)
datanews.id -Kekuasaan adalah kenikmatan yang menghancurkan seseorang

Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam telah mengingatkan para sahabat beliau, tentang berbahayanya perkara ini, dan bahwa terlena dengan kekuasaan itu bisa menghancurkan seorang hamba. Ketika ada seorang sahabat yang minta jabatan, atau minta diberi suatu kedudukan, Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda,

يَا أَبَا ذَرٍّ، إِنَّكَ ضَعِيْفٌ وَإِنَّهَا أَمَانَةٌ وَإِنَّهَا يَوْمَ الْقِيَامَةِ خِزْيٌ وَنَدَامَةٌ، إِلاَّ مَنْ أَخَذَهَا بِحَقِّهَا وَأَدَّى الَّذِي عَلَيْهِ فِيْهَا

"Wahai Abu Dzar, engkau adalah seorang yang lemah, sementara kepemimpinan itu adalah amanah. Dan nanti pada hari kiamat, ia akan menjadi kehinaan dan penyesalan kecuali orang yang mengambil dengan haknya dan menunaikan apa yang seharusnya ia tunaikan dalam kepemimpinan tersebut." (HR. Muslim no. 1825)

Cinta kepada jabatan dan kekuasaan ini akan menjadi kehinaan dan penyesalan pada hari kiamat. Kapankah itu? Yaitu, ketika amanah kepemimpinan itu dikhianati dan ketika hak-hak rakyat disia-siakan oleh penguasa. Pada saat itu, kekuasaan di dunia akan berubah menjadi kehinaan dan penyesalan pada hari kiamat.

Demikian pula, dalam hadis lain, Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam menggambarkan kerusakan akibat kekuasaan pada agama seseorang,

مَا ذِئْبَانِ جَائِعَانِ أُرْسِلاَ فِي غَنَمٍ بِأَفْسَدَ لَهَا مِنْ حِرْصِ الْمَرْءِ عَلَى الْمَالِ وَالشَّرَفِ لِدِينِهِ

"Dua ekor serigala yang lapar kemudian dilepas, menuju seekor kambing, (maka kerusakan yang terjadi pada kambing itu) tidak lebih besar dibandingkan dengan kerusakan pada agama seseorang yang ditimbulkan akibat ambisi terhadap harta dan kemuliaan." (HR. Tirmidzi no. 2376; Ahmad, 25: 82; dinilai sahih oleh Al-Albani)

Apabila ada serigala lapar yang dilepas menuju seekor kambing, tentu kambing tersebut akan tercabik-cabik. Namun, Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam gambarkan bahwa kerusakan pada kambing itu masih jauh lebih ringan dibandingkan rusaknya agama seseorang karena ambisi kekuasaan.


Penulis
: rio

Tag:

Berita Terkait

Dakwah

Keutamaan Anak Perempuan

Dakwah

Apa Itu Al-Wadi'ah ?

Dakwah

Liang Kubur Awal Fitnah Setelah Kematian

Dakwah

Ketika Al Qur'an Dikatakan Mahluk

Dakwah

Nasehat Untuk Suami, Jangan Bermudah-mudah Menggunakan Gaji Istri

Dakwah

Hukum Uang Pensiuan