Bolehkah Berbincang-bincang Ketika Makan ?

Oleh : Ustadz Raehanul Bahraen
Rio Agusri
Ilustrasi (Foto int)
datanews.id -Mungkin dahulunya, ada dari kita yang pernah mendapat nasehat "kalau makan harus diam", atau ada dari kita yang pernah belajar "table manner" yaitu makan dengan aturan yang cukup rumit dan tidak boleh ribut.


Islam agama yang indah, mengajarkan kemudahan dan paling sesuai dengan fitrah manusia yaitu disunnahkan berbincang-bincang/ ngobrol ketika makan bersama. Hal ini membuat suasana makan lebih nyaman dan lebih akrab.

Dalam berapa hadits Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam berbincang-bincang sambil makan.

Dari Abu Hurairah radhiallahu'anhu ,

ﺃُﺗِﻲَ ﺭَﺳُﻮﻝُ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﺻَﻠَّﻰ ﺍﻟﻠَّﻪُ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﻭَﺳَﻠَّﻢَ ﻳَﻮْﻣًﺎ ﺑِﻠَﺤْﻢٍ ، ﻓَﺮُﻓِﻊَ ﺇِﻟَﻴْﻪِ ﺍﻟﺬِّﺭَﺍﻉُ ، ﻭَﻛَﺎﻧَﺖْ ﺗُﻌْﺠِﺒُﻪُ ، ﻓَﻨَﻬَﺲَ ﻣِﻨْﻬَﺎ ﻧَﻬْﺴَﺔً ﻓَﻘَﺎﻝَ : ‏( ﺃَﻧَﺎ ﺳَﻴِّﺪُ ﺍﻟﻨَّﺎﺱِ ﻳَﻮْﻡَ ﺍﻟْﻘِﻴَﺎﻣَﺔِ ، ﻭَﻫَﻞْ ﺗَﺪْﺭُﻭﻥَ ﺑِﻢَ ﺫَﺍﻙَ … ‏) ﺛﻢ ﺫﻛﺮ ﺣﺪﻳﺚ ﺍﻟﺸﻔﺎﻋﺔ ﺍﻟﻄﻮﻳﻞ .

"Suatu hari dihidangkan beberapa daging untuk Rasulullah shallallahu'alaihi wasallam . Lalu ditawarkan kepada beliau kaki depan (hewan), bagian yang beliau suka. Beliaupun menggigitnya dengan satu gigitan kemudian bersabda,


"Sesungguhnya aku adalah penghulu seluruh manusia di hari kiamat kelak. Tidakkah kalian tahu mengapa demikian?" Kemudian beliau menyebutkan hadis yang panjang tentang syafa'at. (HR. Bukhari No. 3340 dan Muslim194)

Demikian juga hadits, Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bertanya kepada keluarganya tentang lauk yang tersedia. Keluarga beliau menjawab:

ﻣَﺎ ﻋِﻨْﺪَﻧَﺎ ﺇِﻟَّﺎ ﺧَﻞٌّ ﻓَﺪَﻋَﺎ ﺑِﻪِ ﻓَﺠَﻌَﻞَ ﻳَﺄْﻛُﻞُ ﺑِﻪِ ﻭَﻳَﻘُﻮﻝُ

"Kami tidak mempunyai apa-apa kecuali cuka," maka beliau meminta untuk disediakan dan mulai menyantapnya. Lantas berkata:

ﻧِﻌْﻢَ ﺍﻟْﺄُﺩُﻡُ ﺍﻟْﺨَﻞُّ ﻧِﻌْﻢَ ﺍﻟْﺄُﺩُﻡُ ﺍﻟْﺨَﻞُّ

"Sebaik-baik lauk adalah cuka. Sebaik-baik lauk adalah cuka". [HR Muslim].

An-Nawawi menjelaskan berdasarkan hadits ini, terdapat sunnah berbincang-bincang ketika makan. Beliau berkata:

ﻭَﻓِﻴﻪِ ﺍِﺳْﺘِﺤْﺒَﺎﺏ ﺍﻟْﺤَﺪِﻳﺚ ﻋَﻠَﻰ ﺍﻟْﺄَﻛْﻞ ﺗَﺄْﻧِﻴﺴًﺎ ﻟِﻠْﺂﻛِﻠِﻴﻦَ ." ﺍﻧﺘﻬﻰ ﻣﻦ " ﺷﺮﺡ ﺻﺤﻴﺢ ﻣﺴﻠﻢ )" 14/7 ‏) .

"Hadits ini menunjukkan anjuran berbincang-bincang ketika makan, agar lebih menyenangkan". (Syarh Shahih Muslim 7/14)
Demikian juga penjelasan Ibnul Qayyim, beliau berkata:

ﻭﻛﺎﻥ ﻳﺘﺤﺪﺙ ﻋﻠﻰ ﻃﻌﺎﻣﻪ ﻛﻤﺎ ﺗﻘﺪﻡ ﻓﻲ ﺣﺪﻳﺚ ﺍﻟﺨﻞ

"Nabi shallalllahu 'alaihi wa sallam berbincang-bincang ketika makan sebagaimana pada hadits tentang cuka". (Zadul Ma'ad 2/366)

Agama Islam adalah agama yang indah dan sesuai dengan fitrah manusia. Mari kita pelajari agama kita yang mulia dan sempurna ini.


Penulis
: rio

Tag:

Berita Terkait

Dakwah

Pj Penghulu Salak Saipul Bahari Tahan Tunjangan Mantan Pj Lama

Dakwah

Tragis! Seorang Ibu di Nias Tewas Diterkam Buaya Muara saat Mandi di Pantai

Dakwah

Benarkah Ikan Goreng Tidak Boleh Terlalu Sering Dikonsumsi? Ini Penjelasan Ahli Gizi

Dakwah

7 Bahaya Makan Singkong Berlebihan, Ini Efek Sampingnya

Dakwah

Jumat Berkah, Aksi komunitas Baramakassar Bagikan Makan Siang ke Masyarakat

Dakwah

Hukum Menjual Makanan Haram Kepada Non Muslim