Aqidah Wala' dan Bara'

Oleh Al-Ustadz Yazid bin Abdul Qadir Jawas
Rio Agusri
Ilustrasi (Foto int)
datanews.id -A. Definisi 'Aqidah al-Wala' dan al-Bara'

Al-Wala' dalam bahasa Arab mempunyai beberapa arti, antara lain: mencintai, menolong, mengikuti, mendekat kepada sesuatu. Selanjutnya, kata al-muwaalaah (الْمُوَالاَةُ) adalah lawan kata dari al-mu'aadaah(الْمُعَادَاةُ) atau al-'adawaah(الْعَدَوَاةُ) yang berarti permusuhan. Dan kata al-wali (الْوَلِى) adalah lawan kata dari al-'aduww (الْعَدُوُّ) yang berarti musuh. Kata ini juga digunakan untuk makna memantau, mengikuti dan berpaling. Jadi, ia merupakan kata yang mengandung dua arti yang saling berlawanan.

Dalam terminologi syari'at Islam, al-wala' berarti penyesuaian diri seorang hamba terhadap apa yang disukai dan diridhai Allah berupa perkataan, perbuatan, kepercayaan dan orang. Jadi ciri utama wali Allah adalah mencintai apa yang dicintai Allah dan membenci apa yang dibenci Allah, ia condong dan melakukan semua itu dengan penuh komitmen.

Sedangkan kata al-bara' dalam bahasa Arab mempunyai banyak arti, antara lain menjauhi, membersihkan diri, melepaskan diri dan memusuhi. Kata bari-a (بَرِيءَ) berarti membebaskan diri dengan melaksanakan kewajibannya terhadap orang lain.

Sebagaimana firman Allah Subhanahu wa Ta'ala:

بَرَاءَةٌ مِّنَ اللَّهِ وَرَسُولِهِ إِلَى الَّذِينَ عَاهَدتُّم مِّنَ الْمُشْرِكِينَ

"(Inilah pernyataan) pemutusan hubungan dari Allah dan Rasul-Nya kepada orang-orang musyrik yang kamu (kaum muslimin) mengadakan perjanjian (dengan mereka)." [At-Taubah/9: 1]

Maksudnya, membebaskan diri dengan peringatan tersebut.

Dalam terminologi syari'at Islam, al-bara' berarti penyesuaian diri seorang hamba terhadap apa yang dibenci dan dimurkai Allah, berupa perkataan, perbuatan, keyakinan dan kepercayaan serta orang. Jadi, ciri utama al-bara' adalah membenci apa yang dibenci Allah secara terus-menerus dan penuh komitmen.

Maka, cakupan makna al-wala' adalah apa yang dicintai Allah, sedangkan cakupan makna al-bara' adalah apa yang dibenci Allah.

Dari penjelasan terdahulu, 'aqidah al-wala' dan al-bara' dapat didefinisikan sebagai penyesuaian diri seorang hamba terhadap apa yang dicintai dan diridhai Allah serta apa yang dibenci dan dimurkai Allah, dalam hal perkataan, perbuatan, kepercayaan dan orang. Dari sini kemudian kaitan-kaitan al-wala' dan al-bara' dibagi menjadi tiga:

Perkataan, maka dzikir dicintai Allah, sedangkan mencela dan memaki dibenci Allah Azza wa Jalla
Perbuatan; shalat, puasa, zakat, sedekah dan berbuat kebajikan, mengerjakan Sunnah-Sunnah Rasul Shallallahu 'alaihi wa sallam dicintai Allah sedangkan tidak shalat, tidak puasa, bakhil, riba, zina, minum khamr dan berbuat bid'ah dibenci Allah Azza wa Jalla.
Kepercayaan; iman dan tauhid dicintai Allah sedang kufur dan syirik dibenci Allah Azza wa Jalla.
Orang, orang yang muwahhid (mengikhlaskan ibadah semata-mata karena Allah) dicintai Allah sedangkan orang kafir dan musyrik, munafiq dibenci Allah Azza wa Jalla

B. Kedudukan Aqidah Al-Wala' Dan Al-Bara' Dalam Syari'at Islam[2]

Aqidah al-wala' dan al-bara' mempunyai kedudukan yang sangat penting dalam keseluruhan muatan syari'at Islam. Berikut penjelasannya:

Al-Wala' dan al-bara' merupakan bagian penting dari makna syahadat. Maka, ungkapan 'tiada ilah' dalam syahadat 'tiada ilah yang berhak diibadahi dengan benar selain Allah' berarti melepaskan diri dari semua sesembahan selain Allah Azza wa Jalla.
Firman-Nya:

وَلَقَدْ بَعَثْنَا فِي كُلِّ أُمَّةٍ رَّسُولًا أَنِ اعْبُدُوا اللَّهَ وَاجْتَنِبُوا الطَّاغُوتَ

"Dan sungguh kami telah mengutus seorang Rasul pada setiap umat (untuk menyerukan): 'Beribadahlah hanya kepada Allah dan jauhilah thaghut…'" [An-Nahl/16: 36]

Thaghut adalah segala sesuatu yang disembah selain Allah Azza wa Jalla.


Penulis
: rio

Tag:

Berita Terkait

Dakwah

Jawa Barat Jadi Provinsi Fokus Baru Kerja Sama RI-UNICEF 2026-2030

Dakwah

Komisi IV Segera Laporkan BPN Kota Pekanbaru ke Satgas Mafia Tanah di Jakarta

Dakwah

Rizky Bagus Oka Minta Seluruh Swalayan di Pekanbaru Prioritaskan Produk UMKM Lokal

Dakwah

Komisi II DPRD Pekanbaru Rapat dengan Indomaret, Budiman Swalayan dan Planet Swalayan

Dakwah

Apa Itu Al-Wadi'ah ?

Dakwah

Buka MTQ Ke-XV Tebingtinggi Barat, Plt Bupati Meranti Pesan Tidak Membakar Lahan