Jakarta - Pemanfaatan teknologi kecerdasan artifisial atau Artificial
Intelligence (AI) membuka peluang bagi Indonesia untuk memenuhi target
pertumbuhan ekonomi nasional yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto.
Wakil
Menteri Komunikasi dan Digital, Nezar Patria, menyatakan optimasi
teknologi AI berpotensi meningkatkan produktivitas, efisiensi, dan daya
saing di berbagai sektor dengan menerapkan lompatan inovasi.
"AI
punya potensi luar biasa untuk meningkatkan produktivitas, efisiensi,
dan daya saing di sektor-sektor strategis, seperti e-commerce,
kesehatan, keuangan, pendidikan, ekonomi kreatif, hingga soal
keberlanjutan lingkungan," jelasnya dalam Sesi Dialog AI as Innovation
and Competition Driver of Indonesia's Digital Economy di Hotel The
Westin Jakarta Selatan, Rabu (12/03/2025).
Menurut Nezar Patria,
teknologi AI menjadi faktor pendorong transformasi digital dan berperan
dalam upaya mewujudkan target pertumbuhan ekonomi 8 persen.
"Kita
tidak hanya melihat AI sebagai sebuah produk teknologi saja, tapi juga
bagaimana menjadikan dia sebagai katalis transformasi untuk mencapai
target pertumbuhan ekonomi 8 persen seperti yang sudah dicanangkan oleh
Presiden Prabowo Subianto," tuturnya.
Oleh karena itu, Nezar Patria menekankan arti penting lompatan inovasi di bidang AI untuk mencapai target tersebut.
"AI
harus menjadi penggerak ekonomi yang mampu mengintegrasikan Indonesia
dalam rantai pasok global sekaligus memperkuat fondasi industri lokal
saat ini," tandasnya.
Saat ini pemerintah telah memfasilitasi
pengembangan infrastruktur dan talenta digital agar bisa memperkuat
ekosistem pengembangan AI di Indonesia. Bahkan Pemerintah telah
menerbitkan Surat Edaran Menteri Komunikasi dan Informatika Nomor 9
Tahun 2023 tentang Etika Kecerdasan Artifisial untuk mengatur penggunaan
AI di Indonesia.
"AI terus berkembang secara dinamis dan
kompetitif di tingkat global mendorong pentingnya perumusan kebijakan
tentang AI di Indonesia dilakukan dengan matang," ujarnya.
Wamen
Nezar Patria menilai penting peran dari para pemangku kepentingan dan
ekosistem digital dalam penyusunan kebijakan tentang AI di Indonesia.
Menurutnya, hasil dialog dengan pemangku kepentingan menjadi dasar
rekomendasi kebijakan AI yang konkret, progresif, dan berpihak pada
kepentingan nasional.
"Saya mengapresiasi sesi diskusi tentang AI
yang digelar Think Policy dan British Embassy Jakarta selama dua bulan
terakhir. Upaya ini menjadikan Indonesia sebagai salah satu hub yang
penting dalam pengembangan AI di tingkat regional," ungkapnya. (KKD)