datanews.id - Satu lagi lompatan spektakuler diukir Pemerintah Kota (Pemko) Banda Aceh di bawah pimpinan Pj Wali Kota Bakri Siddiq yang dikenal pendiam dan tidak banyak bicara ini.
Pria kelahiran Simpang Tiga, Alue Paku, Kecamatan Sawang, 27 Agustus 1967 ini membuktikan kemampuannya membangun dengan berbagai inovasi dan kolaborasi di tengah kondisi keuangan Kota Banda Aceh yang sedang tidak baik-baik saja akibat warisan utang yang tidak kecil ditinggalkan pendahulunya.
Jika tak ada aral melintang, pada awal 2024 mendatang, Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU), Majelis Pendidikan Daerah (MPD), dan Majelis Adat Aceh (MAA) Kota Banda Aceh akan mulai berkantor di dalam satu gedung yang representatif.
Berlokasi di Jalan Politeknik Aceh, Gampong Pango Raya, Kecamatan Ulee Kareng, sebuah gedung bertingkat tiga dengan total luas 700 meter persegi sedang dibangun. Konstruksi utama hingga rangka atap telah rampung dikerjakan.
Bangunan yang berdiri di atas lahan seluas 1.000 meter persegi tersebut, dibangun oleh Dinas PUPR Banda
Aceh dengan Dana Otonomi Khusus
Aceh (DOKA) 2023. Untuk pembangunan tahap ketiga, dana yang dikucurkan senilai Rp 4,75 miliar.
Tatkala Pj Wali Kota Banda
Aceh Bakri Siddiq berkunjung ke sana, Kamis, 15 Juni 2023, para pekerja tampak sedang menyelesaikan pemasangan batu bata dinding bangunan. "Insyaallah, melihat progres pekerjaan, gedung ini akan selesai pada akhir tahun. Tenggat waktunya 10 Desember 2023."
Dinamakan Gedung Pusat Pelayanan Syariat Islam dan Keistimewaan Aceh, kata Bakri, bangunan tersebut akan diperuntukkan sebagai kantor MPU, MPD, dan MAA Banda Aceh. "Jadi nanti masing-masing kantor akan menempati satu lantai. Semoga awal tahun bulan satu 2024 bisa kita dioperasionalkan."
Ia pun memproyeksikan, dengan kantor yang representatif, pelayanan syariat Islam, pendidikan, dan adat-istiadat di Banda
Aceh akan semakin baik ke depan. "Harapan kita bersama, pelayanan syariat Islam dan keistimewaan
Aceh di kota kita akan semakin terpadu dan terintegrasi, serta menjadi barometer di Aceh," ujarnya.
Turut mendampingi
pj wali kota pada kesempatan itu, Kepala Dinas PUPR M Yasir, Kepala Bappeda Rahmatsyah Alam, para pelaksana dan pengawas proyek, dan Kabag Prokopim Setdako Banda
Aceh Aulia Rachmana Putra. (riz)