Jakarta -Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggelar webinar perdana Pariwara Antikorupsi 2026 bertajuk "Unboxing the Message: Strategi Menemukan 'Angle' Kampanye Antikorupsi yang Unik" sebagai upaya menghadirkan pesan antikorupsi yang lebih relevan dan tidak terkesan menggurui di era digital.
Melalui kegiatan ini, KPK mendorong kolaborasi antara pemerintah daerah dan pelaku industri kreatif agar kampanye antikorupsi dapat menjangkau masyarakat secara lebih luas dan efektif. Direktur Sosialisasi dan Kampanye Antikorupsi KPK, Amir Arief, menegaskan bahwa keterlibatan berbagai pihak penting untuk mendorong peningkatan kualitas pelayanan publik.
KPK juga menyoroti pentingnya pemanfaatan data Survei Penilaian Integritas (SPI) sebagai dasar menyusun pesan kampanye. Data tersebut dinilai dapat membantu mengidentifikasi isu prioritas sekaligus melahirkan ide kampanye yang lebih kuat dan kontekstual.
Dari sisi industri kreatif, Corporate Communication Director Future Creative Network, Alya Namira, menilai pesan antikorupsi sering kurang menarik karena penyampaiannya belum dekat dengan audiens. Ia menekankan pentingnya memahami insight, audiens, serta penggunaan bahasa dan visual yang lebih segar agar kampanye tidak sekadar menjadi slogan.
Webinar ini menjadi awal dari rangkaian pembekalan Pariwara Antikorupsi 2026 yang akan dilanjutkan dengan materi pengembangan ide kreatif, storytelling, dan desain visual hingga menjelang masa penilaian pada September 2026. (*)