PEKANBARU, datanews.id - Anggota Komisi IV
DPRD Kota
Pekanbaru Robin Eduar menilai dua operator pengangkut
sampah yakni PT Samhana Indah dan PT Ella Pratama Perkasa belum mampu mengurangi tumpukan
sampah yang terjadi di jalanan dan perumahan penduduk. Artinya setelah dua bulan bekerja, persoalan
sampah masih belum teratasi dengan maksimal.
"Masalah sampah, memang komplain dari masyarakat sudah mulai berkurang tetapi kita lihat sampai hari ini pengangkutan
sampah itu masih belum maksimal," kata Robin, Rabu (8/3/2023).
Robin mengungkapkan, bahwa dirinya masih mendapati warga yang kerap membuang
sampah di pinggir-pinggir jalan pada malam hari. "Ya, tentu ini harus diatur, supaya
sampah itu jangan sampai masuk selokan ke drainase," ujarnya.
Menurutnya, tumpukan
sampah masih terjadi lantaran Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota
Pekanbaru dan dua perusahaan tersebut belum mampu menyediakan Tempat Pembuangan Sementara (TPS).
Pasalnya, masyarakat masih banyak yang belum mengetahui dimana keberadaan TPS yang telah ditetapkan oleh DLHK Kota Pekanbaru.
"TPS ini perlu digencarkan lagi sosialisasinya agar keberadaannya itu diketahui oleh masyarakat," ucapnya.
Politisi PDI Perjuangan ini juga menegaskan dua operator pengangkut
sampah tersebut agar dapat melakukan evaluasi untuk meningkatkan kinerjanya.
"Kita harap dua kontraktor ini untuk terus memperbaiki dan meningkatkan pelayanan pengangkut
sampah supaya persoalan
sampah ini betul-betul bisa tuntas sehingga
Pekanbaru kedepannya bisa meraih adipura.
Kalau sekarang kan baru dapat sertifikat saja," tutup Robin.
Sebagai informasi, PT Ella Pratama Perkasa melaksanakan pengerjaan di Zona I yang meliputi Kecamatan Marpoyan Damai, Payung Sekaki, Tuah Madani dan Binawidya.
Tag:
Berita Terkait