datanews.id - Belum genap satu tahun Menahkodai Kota Banda Aceh, Pj Wali Kota Bakri Siddiq telah mengukir sejumlah prestasi, bahkan di tengah kondisi keuangan Kota Banda Aceh yang sedang tidak baik-baik saja akibat warisan utang yang tidak kecil ditinggalkan pendahulunya.
Pasca dilantik pada Kamis (7/7/2022) sebagai Pj Wali Kota Banda Aceh, Bakri Siddiq telah mengambil langkah-langkah strategis membenahi kondisi keuangan pemko.
Hal ini diambil karena pembenahan kondisi keuangan pemko menyangkut hidup orang banyak, kelancaran roda pemerintahan, dan mendongkrak perekonomian gampong yang merupakan ujung tombak pembangunan kota.
Namun di tengah ketiadaan anggaran, bukan berarti pembangunan di Kota Banda Aceh harus berhenti. Berbagai upaya inovasi dan kolaborasi dibangun pria kelahiran Simpang Tiga, Alue Paku, Kecamatan Sawang, 27 Agustus 1967 ini.
Sebut saja Proyek pelebaran jembatan berikut ruas Jalan Sultan Iskandar Muda di Gampong Punge Blang Cut, Kecamatan Meuraxa yang diproyeksikan rampung pada Oktober 2023 mendatang. Saat ini, proyek yang didanai APBN tersebut sudah berjalan sekira 40 persen.
Progresnya cukup cepat, dan ini juga sesuai dengan instruksi Republik Indonesia Joko Widodo untuk menggenjot pembangunan infrastruktur yang mendukung perekonomian masyarakat.
Kondisi sebelumnya, ruas jalan mulai dari Simpang Empat Punge hingga samping rumah Pangdam ke arah Blang Padang terlalu sempit sehingga sering terjadi kemacetan.
"Semoga nanti dengan rampungnya jembatan dan jalan baru, arus lalulintas menjadi lancar di kawasan ini," ujarnya saat meninjau pekerjaan Pelebaran Jalan dan Jembatan Punge tersebut.
Selain itu juga ada proyek pelebaran Jalan Hasan Saleh di Gampong Neusu Aceh-Neusu Jaya sepanjang hampir satu kilometer yang juga didanai APBN. Proyek ini ditargetkan rampung pada November mendatang.
Mengingat kawasan tersebut merupakan pusat pertokoan dan padat lalulintas, pj wali kota pun meminta kepada pelaksana proyek untuk betul-betul memprioritaskan keselamatan dan kenyamanan warga setempat dan pengguna jalan.
"Selama pengerjaan proyek, saya meminta kepada pelaksana agar jalan ini setiap hari disiram dengan air untuk meminimalkan debu. Apalagi saat ini lagi musim kemarau, debunya bisa sangat mengganggu warga kita, terutama pemilik usaha di sisi kiri-kanan jalan," ujarnya saat turun ke lapangan bersama Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setdako Banda Aceh Jalaluddin, Kabid Bina Marga Dinas PUPR Salmah Maimunah, Kabag Prokopim Aulia R Putra, dan sejumlah pejabat terkait lainnya.
Maka tak berlebihan jika menjelang berakhirnya masa jabatan sejumlah pj kepala daerah di Indonesia, termasuk Pj Wali Kota Banda Aceh Bakri Siddiq pada 7 Juli 2023 mendatang, kalangan mahasiswa meminta kemendagri agar memperpanjang masa jabatan Bakri Siddiq untuk periode satu tahun ke depan.
Adalah Ketua Ikatan Mahasiswa Banda Aceh (Ikamba) Akbar Anzulai menyebutkan, melihat track record selama memimpin Ibu Kota Provinsi Aceh, beliau layak diberi mandat satu tahun lagi hingga 2024.
Menurut Akbar, ada sejumlah pencapaian penting yang dibukukan Bakri Siddiq sejak dilantik sebagai pj wali kota pada 7 Juli 2022. "Satu di antaranya, mampu menekan potensi defisit anggaran hingga 50 persen yang diwariskan pemerintahan sebelumnya," ujarnya.
Pencapaian penting lainnya terkait pengendalian inflasi yang dilakukan Pemko Banda Aceh di bawah kepemimpinan Bakri Siddiq. "Berkat berbagai upaya konkret yang dilakukan secara simultan, inflasi year on year bisa ditekan hingga menjadi 3,41 persen per Mei 2023. Terbaik, karena ini di bawah rata-rata nasional," ujarnya.
Ikamba mencatat, tren penurunan inflasi di Banda Aceh terjadi sedari Maret 2023, di mana kala itu tercatat 5,32 persen. Kemudian bulan berikutnya (April), turun lagi menjadi 4,33 persen, dan teranyar berdasarkan data BPS selama bulan Mei kembali turun menjadi 3,41 persen.
Masih menurut Akbar, pencapaian tersebut tak terlepas dari berbagai upaya kolaborasi lintas sektoral yang digagas Bakri Siddiq. "Salah satunya dengan terus melakukan sidak pasar dan juga pasar murah, termasuk lewat Pasar Murah Keliling Meutaloe Wareh."
Dan yang tak kalah penting, pembangunan infrastruktur yang terus dikebut oleh Pemerintahan Bakri Siddiq dengan dukungan dana APBN. "Sebut saja pelebaran jalan dan jembatan di kawasan Punge yang progresnya kini hampir 50 persen. Kemudian pembenahan Jalan Hasan Saleh di Neusu juga sedang dilakukan."
"Bukan hanya itu, dalam tahun ini juga akan dilakukan penataan kawasan Simpang Tujuh Ulee Kareng yang sudah begitu crowded bertahun-tahun. Lanjut lagi nanti pembangunan pedestrian di sepanjang Jalan TP Nyak Makam yang masterplannya sudah tersedia," katanya.
Maka dari pada itu, Ikamba menilai sudah sepatutnya Bakri Siddiq diberi amanah lagi untuk melanjutkan pembenahan Kota Banda Aceh. "Kalau kita urai masih banyak lagi, pencapaian positif Bakri Siddiq, termasuk dalam menggaungkan syariat dan syiar Islam. Begitu pula dalam pembangunan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif."
"Kami yakin, dengan tagline 'Aceh Meutaloe Wareh Gaseh-Meugaseh Bila-Meubila' yang beliau usung, seluruh program yang telah, sedang, dan akan dijalankan oleh beliau, insyaallah akan memberi banyak manfaat kepada kota dan masyarakat kita tercinta," sebut Akbar.
Maka tak berlebihan jika banyak yang menyebutkan bahwa di tangan Bakri Siddiq, Banda Aceh Kian Berdenyut. (riz)